Sabtu, 16 April 2016

Tugas 1 Subject Verb Agreement

Softskill

Name   : Mohamad Yoga Indra Prabowo
Class    : 4EA01
Assigntment 1
Bahasa Inggris Bisnis 2

Multiple Choice
Choose One Correctly Answer

1.        You.....Straight a head then........left.
a.       Went and go              c. Go and then
b.      Gone and goes           d. will and was

2.        Maria rarely .........white bread.
a.       Eats                c. Eaten
b.      Ate                 d. Drink

3.        My....... always ........ on time.
a.       Brother, come            c. Sister, Go
b.      Lady, Comes             d. Father, Late

4.        I .... The Task.
a.       Do it my self              c. Do submit
b.      Go                              d. Can borrow

5.        The Policeman ........ the documents.
a.       Has checked              c. Has been completed
b.      Has been check          d. have read

6.        The Dog ....... Sleeping
a.       Were               c. Are
b.      Is                    d. Was

7.        Ten Dollars a day ....... not enought for a wife and two children
a.       Am                 c. Are
b.      Is                    d. They
8.        .............. a money collector
a.       They               c. Iam
b.      You are          d. I was

9.        We ............... Cooking rice
a.       Was                c. Will
b.      Were              d. can’t

10.    Doni ........... Briliant
a.       Is                    c. Was
b.      Are                 d. Were

Error Analisis
1.  A Famous news Al hunt work at Trans Television.
2.  My Father, a chemical engineer, cannot very diligent.
3.  Cats living in the wild rarely get sicks.
4.  The chair, made of marble has repair.
5.  The president, together with he staffs, are visited lombok.
6.  There are a haunted home.
7.  Everybody like she.
8.  Nobody care about your.
9.  Stay or go  are  your prerogative.
1.The Jacket or the shirt save in the cupboard.
11. Faris, Lina and me was in the home
12. Mira and his brother goes to school with bus
13. Doesn’t woman or his friend  eaten lunch here every week?
14. The staffs not but is’nt the manajer has receiving their salaries

15. One hundred percentage of yours water have been use to washing plates

Kamis, 11 Juni 2015

Jawaban Soal Normalisasi data SIM2

Soal Latihan
NIP
Nama Pegawai
Kode Bagian
Bagian
Kode Proyek
Nama Proyek
0001
Adi
01
EDP
P001
xxx
0002
Bima
02
HRD
P002
yyy
0001
Adi
01
EDP
P002
yyy
0002
Bima
02
HRD
P003
zzz
0003
Candra
03
Produksi
P003
zzz

·      Apakah sudah memenuhi bentuk normal pertama
Jawaban : Belum memenuhi bentuk normalisasi 1NF  karena tabel tersebut memiliki 2 form yang berbeda kode yang menjelaskan masing-masing entitas yakni form dengan kode bagian yang menjelaskan bagian dan kode proyek yang menjelaskan proyek yang dilaksanakan oleh pegawai.






·        Bagaimana bentuk normalisasi tabel tersebut
Jawab :

NIP
Nama Pegawai
Kode Bagian
Bagian
0001
Adi
01
EDP
0001
Adi
01
EDP
0002
Bima
02
HRD
0002
Bima
02
HRD
0003
Candra
03
Produksi


NIP
Nama Pegawai
Kode Proyek
Nama Proyek
0001
Adi
P001
xxx
0001
Adi
P002
xxx
0002
Bima
P002
yyy
0002
Bima
P003
zzz
0003
Candra
P003
zzz


Sabtu, 06 Juni 2015

Tugas Makalah Softskill Bahasa Indonesia 2

           Kesimpulan :     
                   Dari masalah yang dibahas di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kurangnya pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika oleh masyarakat Indonesia dapat menyebabkan disintegrasi sosial antar etnis dimana terjadi perselisihan atau konflik antar etnis yang banyak menyebabkan kerugian baik secara materiil maupun non materiil serta membuat proses asimilasi dan proses integrasi sosial terhambat.untuk itu disini lah peran pemerintah untuk menghimbau kepada masyarakat untuk menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila agar perdamaian abadi dan kesejahteraan sosial etnis-etnis di indonesia terus tetap berjalan dan terjaga.

Sabtu, 02 Mei 2015

Tugas 3 Bahasa Indonesia 2

Satu Gowes Sepeda Datangkan Sejuta Manfaat

Sumber : parapenuliskreatif.wordpress.com

Jenis Tulisan : Argumentasi 
Bersepeda merupakan suatu hal positif yang sudah jarang sekali terlihat di mata kita sekarang ini. Apalagi di kota-kota besar seperti jakarta, bandung dan sekitarnya. Mayoritas gaya hidup masyarakat yang berada di kota-kota besar sudah berperilaku konsumtif terhadap pengunaan kendaraan yang tidak ramah lingkungan sehingga kondisi lingkungan yang ada sudah tidak asri lagi seperti beberapa tahun kebelakang. Padahal dengan bersepeda kita dapat memperoleh sejuta manfaat yang bukan hanya untuk diri kita sendiri melainkan menjaga alam ini tetap bersih dan indah. beberapa manfaat dari bersepeda yaitu : dapat menggerakan seluruh otot-otot kita sehingga kita terhindar dari nyeri otot, punggung dan lain-lain. Bukan hanya otot-otot kita saja yang terjaga, namun dengan bersepeda kita juga dapat menghindari penyakit –penyakit mematikan seperti jantung, kolesterol dan diabetes serta menurunkan angka resiko kematian dengan penyakit-penyakit itu hingga 22%. Selain itu dengan bersepeda, mood kita yang lagi kurang baik akan menjadi lebih baik lagi dan apabila ditambah dengan kegiatan memperhatikan alam sekitar serta bersosialisasi dengan alam makan akan timbul semangat positif. Tetapi jenis olahraga ini sedikit beresiko jadi untuk lebih amannya terutama di kota-kota besar yang rata-rata aksesnya menggunakan jalan raya harus tetap menjaga keselamatan dengan menggunakan perlengkapan bersepeda yang lengkap dan tetap memperhatikan lalu lintas ya agar terhindar dari kecelakaan. Saya sangat setuju apabila pemerintah di kota-kota besar bersinergi dengan masyarakat untuk mengadakan  car free day  dan melaksanakan kegiatan bersepeda bersama-sama, apalagi di hari-hari kerja yang super sibuk pasti angka polusi di kota-kota besar akan berkurang, taman-taman kota jelas lebih bersih dan asri, serta masyarakat indonesia akan lebih sehat pastinya.

Selasa, 28 April 2015

Fakta Merupakan Unsur Dasar dari Penalaran Ilmiah



Fakta Merupakan Unsur Dasar dari Penalaran Ilmiah


        Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta memiliki definisi sebagai hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan: sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Selain itu, fakta juga merupakan pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris (sesuai dengan bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera). Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu. Sebagai kunci bahwa fakta tidak akan memiliki arti apa-apa tanpa sebuah teori dan fakta secara empiris dapat melahirkan sebuah teori baru.

        Sedangkan Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas). Secara umum, ada dua jenis penalaran atau pengambilan kesimpulan, yakni penalaran induktif dan deduktif.



1. Penalaran Induktif dan Coraknya

Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum. Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara:

a. Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.

Contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut:

Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran.



b. Analogi

Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan ”Apa yang berlaku pada satu hal, akan pula berlaku untuk hal lainya”. Dengan demikian, dasar kesimpula yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.


Contoh penalaran induktif dengan cara analogi adalah sebagai berikut:

Dr. Maria C. Diamond, seorang profesor anatomi dari University of California tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak yang mengatur kecerdasan. Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah hormon yang isinya serupa dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberi hormon itu. Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya. Dalam contoh penelitian tersebut, Dr. Diamond menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus, akan terjadi pula pada manusia.


c. Hubungan Kausal (Sebab Akibat)

Penalaran induktif dengan melalui hubungan kausal (sebab akibat) merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat. Tak ada suatu gejala atau kejadian pun yang muncul tanpa penyebab. Cara berpikir seperti itu sebenarnya lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam dunia ilmu pengetahuan.

Contoh penalaran induktif dengan cara hubungan kausal( sebab akibat) adalah sebagai berikut:

Ketika seorang ibu melihat awan tebal menggantung, dia segera memunguti pakaian yang sedang dijemurnya. Tindakannya itu terdorong oleh pengalamannya bahwa mendung tebal (sebab) adalah pertanda akan turun hujan (akibat).


2. Penalaran Deduktif dan Coraknya

Penalaran deduksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu, ditariklah kesimpulan tentang hal-hal khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa khusus itu.

Contoh : Semua makhluk hidup akan mati Manusia adalah makhluk hidup. Karena itu, semua manusi akan mati.

Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap.

1. Pertama, generalisasi sebagai pangkal bertolak (pernyataan pertama merupakan generalisasi yang bersumber dari keyakina atau pengetahuan yang sudah diketahui dan diakui kebenarannya.

2. Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus atau kejadian tertentu.

3. Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus atau peristiwa khusus itu.Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara:



a. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.

Dari pengertian di atas, silogisme terdiri atas tiga bagian yakni: premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Yang dimaksud dengan premis adalah proposisi yang menjadi dasar bagi argumentasi. Premis mayor mengandung term mayor dari silogisme, merupakan geeralisasi atau proposisis yang dianggap bear bagi semua unsur atau anggota kelas tertentu. Premis minor mengandung term minor atau tengah dari silogisme, berisi proposisi yang mengidentifikasi atau menuntuk sebuah kasus atau peristiwa khusus sebagai anggota dari kelas itu. Kesimpulan adalah proposisi yang menyatakan bahwa apa yang berlaku bagi seluruh kelas, akan berlaku pula bagi anggota-anggotanya.

Contoh:

Premis mayor : Semua cendekiawan adalah pemikir

Premis minor : Habibie adalah cendekiawan

Kesimpulan : Jadi, Habibie adalah pemikir.



b. Entinem

Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami.

Contoh:

Premis mayor : Semua renternir adalah penghisap darah dari orang yang sedang kesusahan

Premis minor : Pak Sastro adalah renternir

Kesimpulan : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang yag kesusahan.

Kalau proses penalaran itu dirubah dalam bentuk entinem, maka bunyinya hanya menjadi ”Pak Sastro adalah renternir, yang menghisap darah orang yang sedang kesusahan.”



Hubungan Menulis Karya Ilmiah dengan Penalaran Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.



Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:

1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah

2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah

3. Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.



Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa fakta sebagai unsur dalam penalaran ilmiah menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu. Sebagai kunci bahwa fakta tidak akan memiliki arti apa-apa tanpa sebuah teori dan fakta secara empiris dapat melahirkan sebuah teori baru. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir / penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan. 



Sumber : http://lilawatyy95.blogspot.com